****AIR MATA TERINDAH****
Hembusan angin
yang lembut membangunkan aku pagi ini, tapi susah buatku tuk beranjak dari
tempat tidurku yang empuk ini.
“Yerin…..
bangun….” Teriak Jessi dari dapur dengan suara parau di pagi hari.
Mendengar suara
bagai gelas pecah itu aku melompat dan bangun dari ke empukan kasur yang sudah
berwarna kusam itu.

